Pemikir memperlakukan berpikir sebagai suatu kecakapan yang berharga, baik dalam praktek maupun dalam penela-ahan. la mampu berpikir mengenai pemikiran pada umum-nya dan pemikirannya sendiri pada khususnya. la bersifat obyektif dan memperhatikan di mana pemikirannya kurang efektif. la menyadari apa yang perlu dilakukan, sekalipun ia tidak dapat melakukannya. la menelaah buah pikiran orang lain: bukan untuk mencari kesalahan, tetapi bagaikan seorang pembuat peta mungkin meneliti kawasan. la bersi-fat konstruktif bukan mengkritik melulu. la berpendapat bahwa berpikir bertujuan untuk mencapai pengertian yang lebih baik, keputusan yang lebih tepat dan cara bertindak yang sehat, bukan untuk membuktikan bahwa ia lebih pandai dari orang lain. la menghargai gagasan sebagaimana ia ikhlas menghargai setangkai mawar indah, tidak menjadi soal di taman siapa bunga itu tumbuh.
la mencela keangkuhan sebagai dosa besar dalam berpikir.
Barangkali ia terlalu sempurna dan ideal untuk hidup. la bukan tanpa emosi, tetapi ia melihat tujuan berpikir sebagai penyusunan pengalaman sehingga emosinya dapat dikendalikan dengan tepat.
